Rapid Test

Selamat datang New Normal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur . Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kontrak Daerah (TK2D) melakukan pemeriksaan rapid test guna mengantisipasi adanyan penyebaran wabah Virus Corona
(Covid-19) di wilayah kantor. Sebanyak 50 Aparatur Sipil Negara (ASN)  dan Tenaga Kontrak Daerah (TK2D) dari 10 instansi di lingkungan pemerintah Kabupaten Kutai Timur menjalankan pemeriksaan rapid test pada hari rabu 10 juni 2020 di ruang Meranti setkab Kabupaten Kutai Timur.  Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur, sudah mulai melakukan rapid test secara bergiliran sesuai arahan Bupati Kutai Timur untuk memastikan kesehatannya terutama pegawai yang berada di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor. Rapid tes bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran Covid-19 di fasilitas pelayanan publik.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dalam konferensi pers daring #FKUIPeduliCovid19 pada Jumat (27/3/2020), rapid test diprioritaskan untuk orang dalam pemantauan (ODP) Untuk diketahui, ODP merupakan orang-orang yang memiliki gejala virus corona ringan, seperti demam dan pilek, dan memiliki riwayat kontak dengan orang yang suspek atau sudah positif corona.Ketika sampel darah masuk, antibodi IgG dan/atau IgM yang terdapat dalam darah akan bereaksi dan menimbulkan warna pada rapid test. Metode ini disebut Lateral Flow Assay. Akan tetapi, harus dicatat bahwa rapid test bisa menimbulkan hasil negatif palsu jika orang yang dites berada dalam window period infeksi. Pasalnya, ketika masih belum bergejala (asimptomatik) atau masih dalam periode inkubasi, IgM atau IgG belum dapat dideteksi oleh rapid test. Setelah masa inkubasi ini lewat, barulah pasien memasuki fase awal infeksi yang ditandai dengan hasil IgM yang positif dan IgG yang negatif. Hal ini karena ketika ada infeksi di tubuh, maka yang naik terlebih dahulu adalah IgM. Ketika tubuh mulai membaik, barulah IgG ikut naik. Lantas, ketika IgM dan IgG sama-sama positif, artinya pasien telah berada pada fase infeksi aktif. Sementara itu, hasil IgM negatif dan IgG positif menunjukkan fase akhir infeksi atau adanya kemungkinan riwayat bahwa orang tersebut sudah pernah terinfeksi SARS-CoV-2 dan sembuh. (sumber cara kerja repid test : kompas.com)

PKB / oleh

Post Author: admin